Dalam kosmologi Babilonia, Irkalla dipahami sebagai dunia bawah yang bersifat mutlak dan tak terhindarkan sebuah alam kematian dari mana tidak ada jiwa yang dapat kembali. Dunia ini juga dikenal dengan berbagai nama lain seperti Arali, Kur, Kigal, dan Gizal, mencerminkan luasnya tradisi dan variasi penyebutan dalam teks-teks Mesopotamia kuno.
Jalan Menuju Alam Kematian
Terdapat dua tradisi utama yang menggambarkan bagaimana manusia memasuki alam baka. Versi pertama menyebutkan bahwa perjalanan menuju Irkalla dimulai dengan melintasi padang luas yang dihuni makhluk-makhluk iblis. Jiwa orang mati kemudian harus menyeberangi Sungai Khubur, sebelum akhirnya melewati tujuh gerbang yang dijaga ketat oleh para penjaga dunia bawah.
Tradisi lain menggambarkan perjalanan tersebut sebagai pelayaran dengan perahu, menyusuri salah satu sungai di dunia atas, lalu menembus apsu perairan tawar kosmik yang terletak di bawah bumi hingga akhirnya mencapai Irkalla, wilayah terdalam dunia bawah.
Penguasa Irkalla
Pada mulanya, Irkalla diperintah secara tunggal oleh Ereshkigal, Ratu Agung Dunia Bawah. Ia adalah cucu dewa Enlil dan saudari Inanna (Ishtar). Kekuasaan Ereshkigal bersifat absolut; hukum dan keputusannya tidak dapat diganggu gugat oleh siapa pun, baik dewa maupun manusia. Dalam perkembangan mitologi selanjutnya, Ereshkigal memerintah bersama suaminya, Nergal, dewa kematian, wabah, penyakit, dan kehancuran yang berkaitan dengan panas ekstrem dan musim kemarau. Bersama-sama, mereka menjadi simbol kekuatan tak terelakkan dari kematian dan penderitaan.
Makhluk Penghuni Dunia Bawah
Irkalla bukanlah tempat yang sepi. Dunia ini dipenuhi oleh berbagai makhluk gaib dan setan. Di antaranya adalah Lamashtu, makhluk mengerikan pemakan anak-anak; Pazuzu, setan angin yang meskipun menakutkan juga berperan sebagai pelindung; serta para galla (atau gallus), iblis besar yang bertugas menyeret manusia hidup-hidup ke dunia bawah.
Letak Irkalla dalam Kosmologi Babilonia
Berdasarkan teks-teks kuno, orang Babilonia meyakini bahwa pintu masuk ke dunia bawah terletak di wilayah barat, tempat matahari terbenam. Setiap malam, dewa matahari Shamash diyakini turun ke dunia bawah melalui wilayah ini, sebelum kembali muncul dari pegunungan timur pada pagi hari. Irkalla sendiri diyakini terletak lebih dalam bahkan dari Abzu, samudra air tawar kosmik yang berada di bawah permukaan bumi.
Makam sebagai Gerbang Dunia Bawah
Dalam kepercayaan Babilonia, makam bukan sekadar tempat peristirahatan jasad, melainkan juga gerbang langsung menuju Irkalla bagi jiwa yang dikuburkan di dalamnya. Konsep ini berakar dari tradisi Sumeria dan kemudian diwarisi serta dikembangkan lebih lanjut oleh bangsa Babilonia. Setelah kematian, semua manusia tanpa pengecualian tanpa memandang status sosial, usia, atau moralitas akan diturunkan ke Irkalla. Tidak ada penghakiman moral atau pembagian antara surga dan neraka. Kehidupan setelah mati bersifat seragam dan suram bagi seluruh jiwa.
Tidak Ada Penghakiman Moral
Berbeda dengan banyak tradisi kuno lainnya, dunia bawah Sumeria Babilonia tidak mengenal penghakiman akhir. Orang mati tidak diberi ganjaran atas kebaikan mereka, dan tidak pula dihukum atas kejahatan mereka. Satu-satunya faktor yang memengaruhi kondisi keberadaan mereka di Irkalla adalah cara mereka dimakamkan dan sejauh mana keluarga mereka memberikan persembahan. Dalam hal ini, Irkalla memiliki kemiripan dengan konsep Sheol dalam Alkitab Ibrani, tempat semua orang mati baik yang saleh maupun yang jahat berkumpul tanpa perbedaan moral. Namun, Irkalla sangat berbeda dari pandangan Mesir Kuno tentang kehidupan setelah mati yang penuh harapan, maupun konsep akhirat dalam filsafat Platonis, Yudaisme, dan Kekristenan yang berkembang kemudian.
Tujuh Gerbang dan Pengakuan Kematian
Setelah menyeberangi Sungai Khubur, jiwa almarhum digambarkan telanjang atau mengenakan bulu seperti burung harus melewati tujuh tembok dan tujuh gerbang kota Irkalla. Di setiap gerbang, mereka kehilangan atribut duniawi hingga akhirnya berdiri tanpa perhiasan atau pakaian di hadapan Ereshkigal.
Di hadapan sang Ratu Dunia Bawah, jiwa tersebut secara resmi dinyatakan mati. Nama mereka kemudian dicatat pada sebuah tablet takdir oleh juru tulis dunia bawah, menandai masuknya mereka secara permanen ke Irkalla sebuah alam sunyi yang menjadi tujuan akhir seluruh umat manusia.
