Kamis, 01 Januari 2026

Dari Mana Anubis Berasal dan Mengapa Anubis Berkepala Serigala?


PECUNIA - Sejak ribuan tahun lalu, peradaban Mesir Kuno memiliki pandangan unik tentang kematian. Bagi mereka, kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan menuju kehidupan berikutnya. Keyakinan ini melahirkan banyak dewa yang mengatur alam baka, dan salah satu yang paling dikenal adalah Anubis. Sosok berkepala serigala hitam ini sering dianggap sebagai dewa kematian, tetapi perannya jauh lebih dalam daripada sekadar penjaga orang mati.

Anubis adalah dewa yang berperan sebagai penjaga makam, pelindung jasad, dan penuntun jiwa menuju alam baka. Ia digambarkan dengan tubuh manusia dan kepala serigala atau anjing liar, hewan yang sering terlihat berkeliaran di sekitar kuburan pada masa Mesir Kuno.

Dalam kepercayaan masyarakat saat itu, Anubis tidak membawa ketakutan, melainkan ketenangan. Ia dipercaya menjaga agar roh orang mati tidak tersesat dan memastikan setiap jiwa mendapatkan perlakuan yang adil setelah meninggalkan dunia.

Baca JugaLegenda Penanggalan dalam Mitologi Mesir

Asal-Usul dan Kelahiran Anubis

Asal-usul Anubis memiliki beberapa versi. Dalam kepercayaan tertua, Anubis dianggap sebagai penguasa awal dunia kematian, sebelum peran tersebut diambil alih oleh Osiris. Pada masa ini, Anubis adalah figur utama yang mengatur makam dan ritual pemakaman.

Versi lain yang lebih populer menyebutkan bahwa Anubis adalah anak dari Osiris dan Nephthys. Karena hubungan ini bersifat rahasia, Nephthys menyembunyikan Anubis di padang pasir untuk melindunginya dari Set. Anubis tumbuh di lingkungan gurun yang sunyi, tempat kematian dan kehidupan saling berdampingan.

Lingkungan inilah yang membentuk identitas Anubis sebagai penjaga perbatasan antara dua dunia.

Makna Wujud dan Simbol Anubis

Kepala serigala hitam yang dimiliki Anubis memiliki makna simbolis. Serigala dan anjing liar dikenal sebagai penjaga alami makam, sehingga wujud ini melambangkan perlindungan. Warna hitam bukan simbol kejahatan, melainkan lambang pembusukan jasad dan kesuburan tanah Sungai Nil, yang dipercaya sebagai tanda kelahiran kembali.

Dengan simbol-simbol ini, Anubis menjadi representasi dari kematian yang teratur dan penuh makna.

Peran Anubis dalam Ritual Kematian

Peran terpenting Anubis adalah dalam ritual pembalseman. Ia dipercaya sebagai pencipta ritual mumifikasi pertama saat membalsem jasad Osiris. Karena itu, para pendeta pemakaman mengenakan topeng Anubis sebagai bentuk penghormatan.

Selain itu, Anubis juga berperan dalam pengadilan jiwa. Ia menimbang jantung orang mati dengan bulu kebenaran untuk menentukan apakah jiwa tersebut layak melanjutkan perjalanan ke alam baka.

Anubis dan Perubahan Perannya

Seiring berkembangnya mitologi Mesir Kuno, peran Anubis mengalami pergeseran. Ia tidak lagi menjadi penguasa dunia kematian, tetapi berfungsi sebagai pelaksana keadilan dan penjaga keseimbangan. Meski demikian, kedudukannya tetap penting karena tanpa Anubis, perjalanan jiwa dianggap tidak akan sempurna.

Baca JugaAsal Usul Mengapa Raja Mesir Disebut Firaun

Anubis bukanlah dewa kematian yang menakutkan, melainkan penjaga ketertiban di alam baka. Ia lahir dari rahasia, tumbuh dalam kesunyian gurun, dan menjalankan tugasnya tanpa amarah maupun belas kasihan. Bagi masyarakat Mesir Kuno, Anubis adalah simbol bahwa kematian adalah bagian dari tatanan kosmos yang harus dijalani dengan kejujuran.